Senin, 21 Mei 2012

Pengebom Tragedi Lockerbie Akhirnya Wafat




Abdelbaset al-Megrahi (REUTERS) 
Sajianberita - Abdelbaset al-Megrahi, terpidana serangan bom pesawat Pan Am di Lockerbie, Skotlandia, pada Desember 1988, diberitakan telah meninggal dunia. Kematian agen intelijen Libya itu meninggalkan misteri, siapa yang menyuruh dia mengebom pesawat yang menewaskan semua 270 awak dan penumpang serta warga desa setempat, dalam insiden yang dikenal dengan sebutan "Tragedi Lockerbie." 


Menurut stasiun berita BBC, al-Megrahi wafat di rumahnya di Tripoli pada Minggu siang waktu setempat. Dia baru akan dimakamkan hari ini, 21 Mei 2012. 

Wafat di usia 60 tahun, Megrahi telah dipidana oleh pengadilan khusus di Belanda pada 2001. Namun, pada 2009, Megrahi dibebaskan dari penjara di Skotlandia atas pertimbangan kemanusiaan setelah pihak berwenang setempat mengetahui Megrahi menderita kanker. 

Pembebasan Megrahi ini mengundang kecaman para kerabat korban Tragedi Lockerbie, apalagi setelah dibebaskan dia bisa bertahan hidup lebih dari setahun. Padahal aparat berwenang di Skotlandia saat itu memperkirakan Megrahi hanya bertahan hidup selama beberapa pekan. 

Nyatanya, Megrahi bisa hidup selama hampir tiga tahun setelah dibebaskan dari penjara. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi Megrahi sudah sangat kritis dan sulit beranjak dari tempat tidur. 

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti dikutip kantor berita Reuters menyatakan bahwa Megrahi seharus jangan dibebaskan dari penjara. Sedangkan Menteri Pertama Skotlandia, Alex Salmond, menilai bahwa wafatnya Megrahi menjadi momen untuk mengingat kembali para korban Tragedi Lockerbie. 

Dia maupun tim penuntut di Skotlandia yakin bahwa Megrahi bukan satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas serangan bom keji di pesawat itu. Megrahi sendiri selalu membantah bertanggungjawab atas insiden tersebut.  

Sementara itu, juru bicara pemerintahan sementara Libya (NTC) di Tripoli mengatakan bahwa kematian Megrahi tidak akan mengakhiri penyelidikan lebih lanjut atas Tragedi Lockerbie. 

"Pemerintah Libya akan terus menyelidiki kejahatan yang melibatkan rezim Muammar Khadafi dengan menggunakan para saksi lain," kata juru bicara NTC, Mohamed al-Harizy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar