Senin, 04 Juni 2012

NASA: 4.700 Asteroid Akan Membentur Bumi




Sajianberita - Sebuah studi dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi 4.700 asteroid yang berpotensi mendekati bumi. Dengan hasil identifikasi tersebut, kemungkinan bumi ‘rentan’ terhadap serangan asteroid.

Asteroid, disebut sebagai planet minor atau planetoid merupakan benda berukuran lebih kecil daripada planet, namun lebih besar daripada meteoroid. Asteroid saat ini berada pada radar astronom dan sedang mendekati Bumi. Namun perlu waktu lima juta mil untuk menembus atmosfer dan menyebabkan kerusakan besar. Demikian Dilansir Huffington Post, Selasa (22/5/2012).

Studi yang mengungkapkan ada sejumlah asteroid yang ‘berpotensi berbahaya’ merupakan bagian misi survei NASA explorer inframerah atau WISE. Melalui sebuah pernyataan tertulis, Program Executive untuk NASA Near-Earth Object Observation Program, Lindley Johnson menerangkan, “Kami membuat awal baik dalam menemukan objek yang memiliki dampak berbahaya terhadap Bumi.”

“Saat ini kami telah menemukan sejumlah asteroid dan akan mengambil langkah lebih lanjut dalam dekade kedepan untuk meneliti kemungkinan asteroid memiliki dampak kerusakan pada bumi.”

Hasil penelitian ini menunjukkan asteroid lebih berbahaya daripada yang diperkirakan sebelumnya. Asteroid saat ini yang mengorbit dengan kemiringan rendah, hal ini berarti mereka sejajar dengan bidang orbit bumi.

"Tim kami terkejut ketika menemukan begitu banyaknya asteroid yang kecenderungan Odha [asteroid berpotensi berbahaya]. Karena mereka cenderung melakukan pendekatan lebih dekat dengan Bumi, " melalui pernyataan tertulis peneliti utama NEOWISE di Laboratorium Propulsi Jet NASA, Amy Mainzer.

Pesawat ruang angkasa WISE telah mendaftarkan ratusan juta objek dalam tata surya kita, memotret sekira 600 asteroid yang dekat dengan bumi.

Berdasarkan data sebelumnya dari pesawat ruang angkasa, tahun lalu peneliti memperkirakan sekira 20.500 asteroid yang berdiameter lebih dari 100 meter tengah mengorbit mendekati bumi, namun mereka tidak "berpotensi berbahaya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar